Perkembangan Arsitektur Mesopotamia dan Asia Tengah (part 1)

Letak Geografis



Mesopotamia (mesos : tengah, potamos : sungai) adalah sebuah daerah yang terletak di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Eufrat (2.815 km) dan Sungai Tigris (2.045 km). Kawasan ini merupakan daerah pertanian yang sangat subur, membentang dari Laut Tengah sampai TEluk Persia. Daerah ini lebih dikenal dengan sebutan "daerah subur bulan sabit" atau dalam bahasa inggris nya "the fertile crescent", karena bentuk daerahnya menyerupai bulan sabit.

Daerah ini sangat strategis untuk perdagangan karena menghubungkan jalur perdagangan antara Asia Selatan dengan Turki, Armenia, dan dari Laut Tengah dengan Asia Timur. Mesopotamia sekarang termasuk negara Irak, Iran, dan Suriah. Secara geografis kawasan Mesopotamia merupakan kawasan yang sangat terbuka, sehingga Mesopotamia tidak memiliki perlindungan alam yang baik. Kondisi ini menyebabkan banyaknya bangsa asing silih berganti menguasai daerah ini.

Sejarah perkembangan arsitektur
Bangsa Sumeria(3.500 - 2.300 tahun SM)
Pada jaman yang sama ketika kerajaan-kerajaan Mesir berlangsung maka di daratan sungai itupun sudah berkembang suatu kebudayaan. Mula-mula dataran itu menjadi daerah bangsa Sumeria dengan ibu kotanya Nippur. Di sebelah utara daerah ini ada satu bangsa lain yaitu bangsa Semit yang berpusat di kota Akkad, yang pada tahun lebih kurang 3000 SM dipimpin oleh seorang Raja Patesi Lugal Zagisi.

B Bangsa Sumeria merupakan bangsa yang pertama kali mendiami kawasan Mesopotamia. sehingga bangsa Sumeria pantas disebut sebagai penduduk asli Mesopotamia. Bangsa Sumeria datang dari wilayah Asia kecil sekitar tahun 3.500 tahun SM. Pada awalnya, bangsa Sumeria mengolah lahan pertanian yang subur sebagai mata pencahariannya. Lama kelamaan, bangsa Sumeria dapat membangun sistem pengairan untuk menanggulangi banjir dan menyalurkan air ke lahan-lahan pertanian, seperti sistem irigasi dan kanal. Dengan hasil pertanian yang melimpah, bangsa Sumeria sekitar tahun 3.000 tahun SM membangun 12 kota-kota besar, di antaranya kota Ur, Uruk, Lagash dan Nippur. Pada awalnya, kota-kota tersebut merupakan kota-kota yang berdiri sendiri, sehingga disebut negara kota. Kemudian terjadilah peperangan di antara kota-kota tersebut dan yang kalah akan menjadi bawahan kota yang menang yang lama kelamaan memunculkan sistem pemerintahan kerajaan
• Agama , Kebudayaan & Mata pencaharian
Kebudayaan kedua bangsa pegunungan yang hidupnya dari pertanian ini, percaya pada kekuatan matahari sebagai sumber segala kehidupan. Bangsa Sumeria menyembah banyak dewa, di antaranya Dewa Enlil sebagai dewa bumi dan sekaligus sebagai dewa tertnggi yang menguasai alam semesta, Dewa Enki sebagai dewa air, Dewa An sebagai dewa langit, dan Dewa Samash sebagai dewa matahari. Bangunan-bangunan tempat beribadah dipusatkan di puncak-puncak gunung atau dalam perkembangannya kemudian, mereka membangun bentuk-bentuk bangunan yang mengesankan suatu puncak.
• Peninggalan


Nama bangunan untuk tempat memuja ini disebut “Zigurat” yang artinya tidak lain dari “gunung suci”. Bangsa Sumeria percaya bahwa banjir yang ditimbulkan Sungai Eufrat dan Tigris dapat menghancurkan kota kota yang mereka bangun. Untuk itu, bangsa Sumeria membangun kuil-kuil yang megah dan indah di kota-kota mereka agar dewa menyukai mereka. Kuil-kuil tersebut mereka bangun sangat tinggi karena mereka percaya, semakin tinggi kuil semakin dekat mereka dengan dewa. Tinggi kuil-kuil tersebut mencapai 88 meter. Bangunan ini dipercaya sebagai tempat tinggal dewa sehingga bangunan ini bukan tempat pemujaan untuk masyarakat, justru diletakkan terpisah.setiap kota memiliki “ Zigurat”nya masing-masing.berikut contoh ziggurat di Irak dan Ur.

Tanah pertanian yang subur ini miskin akan bahan bangunan kayu dan batu alam, tetapi kaya akan tanah liat yang mereka buat menjadi bata (mentah atau dibakar dan diberi glasur) dan bahan bangunan inilah yang menjadi bahan bangunan utama.
Bangsa Sumeria mencapai mansa kejayaannya saat dipimpin oleh Raja Ur-Nammu. Namun, sekitar tahun 2.300 tahun SM bangsa Sumeria dapat ditaklukkan oleh bangsa Akkadia di bawah pimpinan Raja Sargon.
Babylonia Lama (1.720 - 1.350 tahun SM)
Pada abad ke 21 SM bangsa Amorit yang berasal dari Syria menguasai daerah bangsa Semit dan mendirikan suatu kerajaan yang bernama Babilonia. Pada abad ke 18 SM, kota Babilonia di bawah kekuasaan Hamurabi (1792-1750) mencapai kejayaan dengan pembangunan kota yang mega, teratur dan terencana dengan cara yang mengagumkan.

• Peninggalan-peninggalan


Peninggalan-peninggalan kota dan istana dari jaman ini tidak ada, kecuali melalui piagam-piagam yang diketemukan. Hamurabi juga terkenal sebagai raja yang pertama yang mengadakan “Hukum tertulis” (ditulis diatas lembaran-lembaran tanah liat yang kemudian dibakar), termasuk peraturan bangunan.
Tulisan kebudayaan Mesopotamia dan Persia ini dikenal dengan “kunei” (cuneiform). Yang paling terkenal adalah kunei dari gunung batu Behistun, berisikan pengumuman Kaisar Darius Agung; “tertulis” dalam 3 bahasa dan menggunakan “huruf” yang sama.
• Kepercayaan
Bagi bangsa Amorit atau Babylonia, mereka percaya dewa tertinggi adalah Dewa Samash, atau lebih dikenal dengan nama Dewa Marduk.

6 komentar: